Kamis, 02 April 2009

Konselor Adiksi di Rutan atau Lapas


Idealnya konselor adiksi haruslah dapat menangani setiap klien dimanapun dan bagaimanapun situasinya, dengan kondisi klien tersebut dapat diajak berdialog atau berkomunikasi (khusus yang tuna wicara maka diperlukan keahlian khusus). Dan di lapas/rutan ada banyak potensi klien yang dapat dibimbing dan dibina, sekaligus menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga bagi si konselor itu sendiri.

Klien di dalam rutan/lapas umumnya mempunyai karakteristik yang sedikit lebih kompleks dibandingkan dengan klien-klien lainnya yang berada di luar. Mereka umumnya cenderung berasal dari golongan menengah ke bawah, tingkat edukasi yang minim, perantauan, atau bahkan sudah tidak mempunyai keluarga dan tempat tinggal.
Sehingga permasalahan yang terdapat di dalam satu individu terdiri dari beberapa kasus yang perlu diperhatikan. Selain dari masalah adiksi itu sendiri, permasalahan moral, permasalahan pola pikir, bahkan yang cukup rumit dan tidak kalah penting adalah tujuan dalam hidup dan masa depan.

Mereka umumnya tidak mempunyai motivasi dasar yang sangat kuat tentang 'Why', 'What' kemudian 'How' yang dapat mendukung proses kepulihannya.
Mereka lebih banyak mendapat pelajaran di jalanan, maka hal-hal yang bersifat moril dan etika mengacu kepada apa yang mereka lihat, rasakan, dan belajar di jalanan. Mereka berpandu kepada hal-hal yang bersifat konkrit, sebagai contoh ; Apakah dengan kepulihan akan menjamin saya mendapat kerja?, Apakah dengan kepulihan akan membuat saya kaya?, Apakah dengan kepulihan akan membuat kedua orang tua saya kembali, setelah sekian tahun saya tidak mengetahui keberadaan mereka?, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang secara spontan dan murni akan keluar dari mulut mereka.

Dalam hal ini seorang konselor adiksi yang berperan di dalam rutan/lapas haruslah memahami situasi dan kondisi yang akan dihadapinya nanti. Seorang konselor adiksi tersebut haruslah dapat berbicara dan bersikap yang sesuai dengan kondisi klien-klien tersebut di dalam lapas/rutan, karena substansi dari keberhasilan bimbingan sangat tergantung dengan keterbukaan dan kepercayaan klien-klien tersebut kepada sang konselor.

Konselor adiksi tersebut haruslah berwawasan luas, fleksibel, dan peka terhadap situasi dan kondisi kliennya....tertarikkah anda untuk menjadi konselor adiksi di dalam lapas/rutan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar